Yellow Fever: Apa Itu dan Seperti Apa Gejalanya?

Demam merupakan suatu kondisi yang dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Umumnya, demam ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas batas normal, yaitu sekitar 36°C. Namun, selain demam biasa, terdapat jenis demam lain yang kondisinya lebih serius, yakni yellow fever atau demam kuning.

Apakah Anda pernah mendengar istilah tersebut atau malah pernah mengalaminya secara langsung? Jika belum, yuk mari simak lebih jauh mengenai yellow fever melalui pembahasan berikut:

Mengenal Yellow Fever

Melansir dari Halodoc, yellow fever atau demam kuning merupakan penyakit yang berpotensi menyebabkan tubuh mengalami demam tinggi, kulit dan mata menguning karena fungsi hati mengalami penurunan. Umumnya, penyakit ini disebabkan virus Flavivirus yang ditularkan melalui nyamuk Sabethes sp, Haemagogus sp, Aedes albopictus, dan Aedes aegypti.

Virus ini dibawa nyamuk setelah menggigit monyet maupun manusia yang telah terinfeksi, lalu masuk ke dalam aliran darah nyamuk dan berada di air liur nyamuk. Ketika nyamuk menggigit manusia atau monyet lain, virus ini akan langsung menyebar ke dalam tubuh manusia dan monyet tersebut.

Biasanya, nyamuk Aedes aegypti aktif di siang hari sehingga penyebaran virus kerap terjadi pada waktu siang hari. Kebanyakan, kondisi ini sering ditemukan di wilayah Karibia, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika.

Gejala Yellow Fever

Berikut merupakan beberapa gejala yang akan dirasakan apabila mengalami yellow fever, di antaranya: (source: Alodokter)

  • Fase inkubasi: virus baru masuk ke tubuh dan belum menimbulkan gejala apapun. Fasenya terjadi 3-6 hari setelah terinfeksi virusnya.
  • Fase akut: berlangsung selama 3-4 hari yang terjadi pada hari ke-3 atau ke-4 setelah tubuh mengalami infeksi. Gejala yang ditimbulkan antara lain mudah lelah, mual dan muntah, hilang nafsu makan, sakit kepala, nyeri pada otot, pusing, menggigil, demam, dan lainnya.
  • Fase toksik: fase lebih serius yang disertai dengan beberapa gejala seperti sakit perut, urin keluar sedikit, aritmia (gangguan irama jantung), sklera dan kulit menjadi menguning, muntah yang disertai dengan darah, dan sebagainya.

Kapan sebaiknya ke dokter? Jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, maka sebaiknya langsung melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter. Meskipun belum ada obat spesifik yang dapat menyembuhkan kondisinya, tapi ada cara mengatasi demam tinggi yang disebabkan oleh yellow fever seperti konsumsi obat pereda nyeri atas resep dokter, istirahat yang cukup, dan minum banyak cairan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *